“Cukup” yang Mampu Diterima
Seperti kebanyakan orang, aku selalu mengusahakan semua hal dengan lebih dan sebaiknya. Pikirku, tak apa sulit hari ini setidaknya hal tersebut akan membuahkan pelajaran dan hasil yang lebih pula.
Namun tak seperti matematika umumnya, ada kalanya hasil tidak sesuai dengan ekspektasi dan usaha lebih yang kita berikan. Pemahaman tentang dikotomi kendali sudah kutelan habis tak bersisa. Ia bercerita tentang bagaimana kita perlu mengusahakan apa yang ada dalam kendali kita, dan menyadari bahwa ada banyak hal berada di luar kendali kita termasuk sebuah “hasil”. Namun tidak dipungkiri bahwa dengan menerima realitas itu, bukan berarti hati tidak kecewa.
Berkali-kali mungkin garis takdir membawa pada realitas yang sulit diterima. Berkali-kali juga dibuatnya belajar menerima dan mencintai takdir itu. Meskipun memerlukan waktu, tak apa perlahan saja. Dengan keyakinan bahwa cerita ini belum selesai, berharap ada resolusi manis di ujung cerita.
Seiring waktu, aku menyadari. Memang tugas kita mengusahakan apa yang terbaik, tapi maklumi saja jika hasil belum memberi apa yang kamu maksud. Setidaknya, semoga masih “cukup” yang mampu diterima.
Baca selengkapnya di Medium ya! https://medium.com/@belvatalita/cukup-yang-mampu-diterima-77b398accf90